Nissan Transmisi Otomatis

Tips Berkendara Dengan Mobil Transmisi Otomatis

by Salva on November 9, 2011

Di Asia termasuk Indonesia, mobil bertransmisi otomatis (Matic) pertama kali atau mulai populer pada tahun 1990. Sebelumnya para pengendara selalu menggunakan mobil bertransmisi manual, namun dengan berkembangnya tehnologi otomotif, orang lebih memilih transmisi otomatis karena pengemudi akan lebih mudah melakukan perpindahan gigi percepatan secara otomatis. Untuk Nissan sendiri, transimi otomatis Grand Livina merupakan salah satu yang cukup menjadi pembicaraan hangat, diikuti oleh Juke dan March. Kami sendiri pernah membahas mengenai cara penggunaan transmisi otomatis mobil Nissan, namun sebagai pelengkap, kami memberikan beberapa tips berkendara dengan mobil transmisi otomatis (matic). Berikut beberapa tips yang bisa Bapak Ibu baca sebagai panduan ketika sedang dijalan dengan mengendarai mobil transmisi otomatis :

  • Sangat tidak dianjurkan untuk menginjak pedal rem dan gas secara bersamaan, karena hal ini dapat menyebabkan kerusakan transmisi yang ada pada mobil karena kopling ketika diinjak tentu saja akan berputar atau dalam kondisi berputar, namun ditahan daya geraknya karena pengemudi sedang menginjak pedal rem
  • Ketika mesin dihidupkan atau di start, porseling selalu pada posisi P dan secara bersamaan Bapak Ibu juga menginjak pedal rem. P (Park) adalah posisi untuk kendaraan parkir, Transmisi terkunci pada posisi ini sehingga kendaraan tidak bisa didorong. Pada beberapa kasus yang dijumpai pada mobil matic, mesin tak akan bisa dihidupkan atau di start tidak pada posisi P dan pedal rem tidak diinjak
  • Ketika Bapak Ibu akan berhenti, pindahkan porseling pada posisi N. N (Neutral) adalah posisi gir netral, hubungan mesin dengan roda dalam keadaan bebas.
  • Jangan lupa untuk selalu menginjak pedal rem, ketika Bapak Ibu akan memindahkan porseling dan Posisi N, P, R, atau D. R (Reverse) adalah posisi untuk memundurkan kendaraan sedangkan D (Drive) adalah posisi untuk berjalan maju pada kondisi normal. Hal ini dikarenakan pada saat persneling berada pada posisi R atau D, kendaraan akan langsung bergerak.
  • Pada Saat mobil berhenti dengan waktu yang cukup lama, seperti pada lampu merah atau jalanan dalam kondisi macet, tidak diperkenankan menginjak atau menahan pedal rem pada posisi di P karena hal ini dapat merusak transmisi.
  • Perpindahan gigi secara otomatis membuat pengemudi yang belum terbiasa akan bingung saat membutuhkan pindah gigi guna mendapat tenaga atau akselerasi, misalnya menyalip mobil. Dalam kondisi ini, gunakan fungsi kick down (menekan pedal gas dalam-dalam), maka gigi persneling otomatis turun dan mobil mendapat akselerasi. Pada mobil-mobil terbaru, perpindahan gigi dilakukan secara elektronik sehingga bisa dipindah ke mode semi-otomatis. Mode diberi nama berbeda bergantung pada merek mobil, misalnya Tiptronic pada Porsche, multitronic dan S-Tronic pada Audi, dan Activematic pada Mazda. Namun, prinsip kerjanya sama, pengemudi bisa memindahkan gigi secara manual pada mode M (manual) dengan menggerakkan tongkat persneling ke posisi (+) untuk pindah ke gigi lebih tinggi dan posisi (-) untuk gigi lebih rendah.

Jika Bapak Ibu mempunyai tips lain tentang berkendara dengan mobil bertransmisi otomatis, silahkan melalui form komentar dibawah ini.

Baca juga :

{ 1 comment… read it below or add one }

Primanda July 8, 2013 at 11:55 am

saya ada pertanyaan mengenai overdrive evalia ketika tombol OD ditekan pada dasboard muncul tulisan OD OFF, apa sebenarnya funsi OD, apa waktu tombol OD tidak ditekan OD selalu dalam keadaan ON

Terima kasih

Reply

Leave a Comment

 

Previous post:

Next post: